Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga siapapun yang lagi baca blog aku dalam keadaan sehat dan diluaskan rezekinya, aamiiin.
hello everyone I'm Wulan. Glad to see you.
Hari ini aku pengen sharing tentang cerpen karya aku. Untuk temen-temen semua khususnya yang jago soal cepren, boleh banget ya kasih komentarnya hihi maaciw
WHO ARE YOU?
Namaku
Bella. Aku merupakan salah seorang peserta didik baru di salah satu SMK Swasta
di dekat rumahku. MOPD telah berlalu sekitar seminggu yang lalu. Kini saatnya
aku harus beradaptasi dengan lingkungan baru, sekolah baru, kelas baru, teman
baru, dan suasana yang baru. Kegiatan belajar mengajarpun telah dimulai.
Satu bulan kemudian, disekolahku
telah dibuka pendaftaran anggota OSIS yang baru. Aku segera mendaftarkan diriku
ke panitia. Setelah di tes dan menunggu beberapa hari, akhrinya nama aku pun
terpampang di mading sebagai anggota OSIS yang baru. Aku sangat bersyukur
berhasil menjadi anggota OSIS.
Seluruh pengurus OSIS selalu kumpul
seminggu sekali. Di depan ruang OSIS ada perpustakaan. Aku selalu melewati dan
menengok secara sepintas perpustakaan saat ke ruang OSIS. Setiap aku kumpul
OSIS, aku selalu melihat kakak kelas laki-laki yang selalu ada di perpustakaan
tersebut. Tanpa aku sadari, ternyata aku selalu memerhatikannya dalam diam. Saat
aku menatapnya, Dia melihat ke arahku. Karena aku malu, jadi aku tundukkan
pandanganku dan berjalan menuju ruang OSIS. Lama kelamaan, sepertinya aku
mempunyai perasaan kepadanya. Karena selain Dia selalu membaca buku, Dia juga
selalu membantu temannya.
Beberapa bulan kemudian, OSIS
mengadakan sebuah acara disekolah tepatnya di ruangan yang besar. Disana aku
bertugas mengamankan dan menertibkan siswa-siswi sepanjang acara agar
menghasilkan suasana yang kondusif. Karena tugasku sebagai keamanan, maka posisiku
berada paling belakang, agar aku bisa melihat orang-orang yang kiranya akan
membuat suasana menjadi gaduh dan tak kondusif.
Tanpa
kusadari, ternyata kakak kelas itu berdiri tepat disampingku. Aku terkejut dan
perasaanku semakin berdebar-debar. Rasanya aku ingin berpindah posisi. Tapi
kondisi tidak memungkinkan aku untuk berpindah posisi karena ruangan sangat
padat oleh siswa-siswi. Mau tidak mau aku harus diam di posisiku saat ini.
Beberapa menit kemudian, kakak kelas itu bertanya kepadaku tentang acara yang
sedang berlangsung. Akupun menjawabnya dengan jelas dan sedetail mungkin.
Walaupun aku menjawabnya sedikit gugup. Setelah mendengar jawabanku, kakak
kelas itu tersenyum kepadaku. Oh my god, senyumannya manis sekali. Aku jadi
tersipu malu olehnya.
Dari
situlah rasa cintaku padanya bertambah. Setiap hari selalu bertambah. Setelah
acara itu, setiap kali aku berpapasan dengannya Dia selalu saja menatapku agak
lama. Karena aku tidak tahan dengan tatapannya itu, aku langsung menunduk dan
berjalan cepat. Karena kalau aku membalas tatapannya balik, aku takut salah
tingkah dan membuat kakak itu ilfil kepadaku.
Aku
selalu penasaran dan ingin tahu lebih dalam tentang kakak kelas itu. Setelah
ditelusuri ternyata kakak kelas itu kelas 12. Aku mengetahuinya karena secara
tidak sengaja waktu pagi aku melihat kakak kelas itu sedang menggendong tas dan
masuk ke kelas 12. Belum puas sampai disitu, aku terus mencarinya sampai di
sosial media. Aku berharap aku bisa menemukan akunnya di sosial media. Tidak
butuh waktu lama, akhirnya aku menemukan akun Facebooknya. Sekarang aku tahu
namanya ternyata nama kakak kelas yang aku sukai itu bernama Fariz. Aku senang
sekali. Tanpa berpikir panjang, aku langsung meng-add akunnya. Mudah-mudahan
saja akun Facebookku dikonfirmasi olehnya. Beberapa hari kemudian, aku membuka
akun Facebookku. Aku langsung klik pemberitahuan dan ternyata Dia mengonfirmasi
Facebookku. Betapa bahagianya aku, walaupun hanya dikonfirmasi saja aku sangat
bahagia.
Anehnya
setiap kali aku memposting sebuah status di sosmed, Dia selalu memberi like
kepada postinganku. Aku selalu berpikir apakah Dia tahu aku ini siapa atau
memang Dia suka ngelike status orang lain, apa aku nya yang kegeeran?
Sepertinya aku yang kegeeran. Tapi biarlah yang penting hatiku senang. Karena
kita selalu berpapasan, kakak itu mulai senyum kepadaku. Akupun membalas
senyumannya. Walaupun kami melakukannya dengan malu-malu. Jantungku berdetak
semakin kencang. Pipiku memerah setelahnya.
Waktu
terus berjalan dan kami pun saling menyapa satu sama lain, walaupun masih ada
rasa malu. Dari saling menyapa akhirnya berpindah ke obrolan di sosmed. Disana
kami membicarakan banyak hal. Dari mulai menanyakan kelas, sekolah, cita-cita
sampai masalah pribadi kita bicarakan. Sekarang kami tidak malu lagi untuk
saling menyapa dan berbagi tawa.
Tak
terasa sudah satu tahun kita menjalin hubungan pertemanan. Suatu hari kak Fariz
mengajakku ke sebuah festival yang lokasinya tidak jauh dari sekolah. Akupun
menerima ajakan darinya. Kami sangat menikmati festival tersebut. Kami tertawa
bersama, bermain bersama, dan melakukan semuanya berdua. Hariku semakin
berwarna dibuatnya. Lalu kak Fariz izin mau ke toilet dulu. Akupun menunggunya
dibazar. Tak lama, Kak Fariz membelikanku sebuah boneka beruang kesukaanku.
Anehnya didalam saku boneka tersebut ada sepucuk surat. Aku menoleh ke Kak
Fariz dan Kak Fariz malah tersenyum kepadaku. Aku segera membuka dan membaca
surat tersebut.
Isi
surat itu begitu romantis dan akhir surat ada tulisan,”maukah kau menjadi kekasihku?”. Aku sangat terkejut dan bahagia.
Setelah aku membaca surat itu aku langsung menatap wajah Kak Fariz dan Dia
berkata,”maukah kau menjadi kekasihku?”.
Sebenarnya itu yang aku inginkan selama ini yaitu menjalin asmara dengan kakak
kelas yang aku sukai. Tanpa berpikir panjang aku menjawab ‘mau’ dan akhirnya
aku menjadi kekasih Kak Fariz. Aku berharap semoga hubungan ini akan terus
berlanjut ke jenjang lebih serius.
SELESAI
No comments:
Post a Comment