Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 😊
Semoga siapapun yang lagi baca blog aku dalam keadaan sehat dan diluaskan rezekinya, aamiiin.
hello everyone I'm Wulan. Glad to see you.
Hari ini aku pengen sharing tentang cerpen karya aku. Untuk temen-temen semua khususnya yang jago soal cepren, boleh banget ya kasih komentarnya hihi maaciw
SENIOR
Haii
semuanya kenalin nih namaku Adzkia panggil saja aku Kia. Usiaku baru 12 tahun
dan tahun ini aku sudah menginjak kelas 7 SMP. Yaps kelas 7 alias junior. Aku
bersyukur sekali bisa masuk ke SMP favorit di daerahku tinggal. Sebelum menjadi
siswa resmi di SMP tersebut, aku harus mengikuti MPLS terlebih dahulu. MPLS
merupakan salah satu hal yang aku benci, karena apa? Apa kalian bisa tebak?
Yes. Dimana para ”senior” akan memperlakukan kami seenaknya dan pasti memaksa
kami untuk melakukan apa yang mereka mau. MPLS akan dilaksanakan selama 7 hari.
Ahh melelahkan sekali.
Banyak
sekali pertanyaan yang muncul di benakku. Seperti untuk apa diadakan MPLS?
Apakah benar untuk memperkenalkan kami dengan lingkungan sekolah? Lantas jika
memang MPLS ini bertujuan untuk memperkenalkan dengan lingkunga sekolah, maka
untuk apa kami harus membawa makanan dengan istilah yang aneh? Apakah makanan
itu untuk juara lomba? Jika iya, apkaah sekolah ini semua miskin? Tidak adakah
anggaran untuk hadiah? Jika memang tidak ada, mengapa harus memaksakan ada
hadiah untuk perlombaan? Kan bisa diganti dengan tour keliling sekolah, ataupun
membuat kegiatan yang lebih bermanfaat dibanding lomba? Ingin sekali aku
tanyakan kepada seniorku, tapi aku paham itu bukan kapasitasnya. Lalu
pertanyaan terakhir, kenapa sih para senior rese tuh selalu ada drama
ngebentak-bentak gitu? Faedahnya buat siswa apa? Biar disiplin? Emang engga ada
cara lain selain ngebentak? Ngebentak siswa tuh biar keliatan keren? Halah
KAMPUNGAN. Dan yang paling aku benci adalah senior yang “so senior”. You
know lah pasti ada aja senior yang suka caper pengen famous
dikalangan juniornya. Buat apa sih? GAK PENTING. Untuk kegiatan MPLS ini mau
tidak mau, aku harus mengikuti kegiatan menyebalkan itu. Argh shit.
Fyi,
aku
tuh orangnya paling enggak mau diatur apalagi sama sesama siswa termasuk senior.
Selain itu aku memiliki rasa keingin tahuan yang tinggi. Aku akan terus
bertanya sampai hal palingkecil sekalipun sampai aku puas dengan jawaban
tersebut.
Hari
yang tak diinginkan pun tiba, ini adalah hari pertama MPLS. Akupun berangkat ke
sekolah dengan tidak bersemangat. Sesampainya di sekolah, ternyata dugaan aku
kemarin-kemarin salah besar. Ternyata senior-senior disini tidaklah seperti apa
yang aku bayangkan. Senior di sekolah ini sangatlah ramah dan melayani. Tidak
ada istilah “dibentak-bentak”, senior disini sangat menyesuaikan dengan
juniornya. Selain itu, seniornya sangat asik dan membuat hari-hari MPLS ini
sangat menyenangkan.
Semua
junior dikumpulkan di lapangan. Kami semua diberitahukan ada pembagian gugus
kelompok. Terbagi menjadi 9 gugus dan masing-masing gugusnya terdapat 36 siswa
dengan 8 mentor pendamping. Aku masuk ke dalam gugus 7. Mentor pendampingku
adalah Gemilang, Adam, Ali, Fataya, Rinda, Fajar, Hana, Ani.
Dari
semua mentorku, Kak Adam yang paling tampan dengan memiliki lesung pipi dan
bulu mata lentik melengkapi ketampanannya. Namun ada yang mencuri perhatianku.
Perhatianku tertuju pada Kak Ali. Dia memang tidak setampan Kak Adam, kulitnya
yang sawo matang membuatku merasa Dia unik. Setiap harinya aku selalu ingin
tahu aktivitasnya. Bahkan setelah MPLS selesai, aku tetap mencari tahu segala
hal tentangnya. Tidak ada kata bosan untuku mencari tahu tentangnya.
Dari
informasi yang selama ini aku dapatkan, Kak Ali merupakan salah satu murid
akselerasi yang pastinya mempunyai kecerdasan yang istimewa. Selain itu selama
masa MPLS Dia selalu terlihat tenang dan lebih banyak menyimak teman-temannya
yang lain. Ituah yang membuat aku semakin penasaran dibuatnya.
Di
sekolahku ada program solat dhuha dimana kami diberikan waktu 30 menit untuk
melakukan solat dhuha sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Program ini
bersifat tidak memaksa. Aku tentu sangat bersyukur dengan adanya program ini.
Semoga aku bisa istiqomah untuk melaksanakan solat sunah dhuha. Aku juga sangat
bersyukur ternyata Dia juga rutin melakukannya. Menurut teman-teman sekelasnya,
Kak Ali memang pribadi yang religius dan sangat peka dengan lingkungan sekitar.
Dan aku belum mendengar Dia dekat dengan wanita. Berarti kan Dia jomblo kan ya?
hahaha
Setelah
aku tahu jika Dia adalah sosok yang religius, entah ada angin apa rasanya aku
juga ingin menjadi sosok yang religius pula. Aku mulai membaca buku tentang
agama. Memperdalam apa yang sudah aku pelajari bahkan sampai bertanya kepada
ustadzahku mengenai hal yang memang aku belum paham.
Lambat
laun satu persatu dalam diriku mulai berubah. Dan tujuannya pun sudah bukan
karena Kak Ali lagi tapi memang ini semua sudah menjadi perintah-Nya yang harus
aku lakukan sebagai hamba. Aku sangat bersyukur Allah mempertemukan aku dengan
Kak Ali. Mungkin ini salah satu cara-Nya agar menyadarkanku dari semua
dosa-dosa yang sudah aku lakukan.
Namun
aku hanya bisa melihat Kak Ali hanya satu tahun saja. Karena Dia sudah harus
melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Darisitu aku memang sedih karena
salah satu yang menjadi semangatku akan pergi. Namun bukankah life must go
on? Semenjak Kak Ali sudah lulus SMP, aku masih mencari tahu dimana Dia
bersekolah sekarang. Alhamdulillah aku mendengar bahwa Kak Ali menjadi ketua
osis di sekolahnya.
Tak terasa waktu terus berjalan tanpa henti. Sekarang aku sedang mengerjar S-1 ku. Wahh sudah lama sekali bukan? Sampai sekarang tepatnya sudah 12 tahun aku masih mengagumi sosoknya. Aku tidak berharap bisa bersanding dengannya ataupun berharap Dia bisa tahu dan menyukaiku. Aku hanya bisa mendoakan kebahagiaannya untuknya. Aku ingin menyampaikan kepada Kak Ali bahwa aku sangat bersyukur dan beruntung bisa mengenalnya walaupun hanya sebentar. Aku sangat berterima kasih karena kepribadiannya bisa mengubah hidupku ke arah yang jauh lebih baik. Terima kasih Kak Ali sukses selalu. Kak Ali, I want you to know that you’re my inspiration for my life.
No comments:
Post a Comment